14 Juli 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Bacabu Arifin, Akan Wakafkan Sisa Usia Bangun Bima

2 min read

Dok. Radar Lombok

DONGGONEWS.com | Jakarta – “Saya akan memperhatikan kesejahteraan perangkat bilamana dipercaya masyarakat menjadi pemimpin selama lima tahun kedepan,” demikian janji Bacabu Drs Arifin, ketika diwawancara DONGGONEWS.com, di Jakarta (6/5).

Alasannya, perangkat desa memiliki peran langsung melayani masyarakat tanpa kenal lelah. Wajar apabila diperhatikan kesejahteraannya. “Saya atensi dengan menaikan gaji mereka,‘’ tambahnya.

Hal ini menjadi penting karena mereka merupakan ujung tombak pemerintah kabupaten Bima, meladeni kepentingan masyarakat.

Kecuali itu peningkatan kesejahteraan memberikan stimulus pada perangkat dibawah pimpinan kepala desa agar bertambah semangat mengayomi dan ajak partisipasi warga membangun Bima, yang lebih baik berkemajuan.

“Saya pikir inilah spirit lahirnya UU otonomi daerah No. 33, tahun 2005. Serta titik fokus reformasi. Disamping tercipta good governent and good government, pemerintah dan pemerintahan bersih” jelasnya.

Berkaitan dengan kemajuan daerah Bima, Mantan Sekretaris Kota Jakarta Timur,
merencanakan sejumlah program lain, membangun sarana dan prasarana transportasi.

Membangun sekolah berstandar Internasional setiap wilayah kecamatan. Juga meningkatkan prasarana kesehatan. bangun 100 Dam dan Embung. Menyediakan 2.500 rumah layak huni (RLH) keluarga kurang mampu.

Selain itu, menyiapkan 100 Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi rakyat miskin disetiap tahun. Siapkan modal usaha bagi petani, peternak dan nelayan.

Mendirikan pabrik pupuk buat petani berbasis sumber daya lokal kabupaten Bima.

Yang tidak kalah penting menciptakan atmosfir birokrasi berkarakter profesional berakhlaqumul qorimah.

Apabila sudah memiliki ahlak yang baik pasti amanah dalam menjalankan tugas dan wewenang dengan baik. “Kalau sudah begitu tidak berkeinginan berbuat curang. Seperti kolusi, korupsi dan nepotisme,” tandasnya.

Dikatakan, dirinya sudah lama mengabdi di daerah ibukota. Kini pengen kembali mengabdi di kampung halaman sendiri. “Saya ingin wakafkan sisa usia saya untuk tanah kelahiranku,” tekad Arifin. (DNC-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *