24 April 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Kapolda NTB, Nana Sudjana: Lima Anggota Polisi Korban Pelemparan Batu

2 min read

DONGGONEWS.com | Mataram – Aksi penolakan pengesahan RUU KUHP dan RUU KPK, Jilid II Mahasiswa diberbagai kampus NTB, diwarnai kericuhan antara aparat dengan mahasiswa, Senin (30/9).

Kapolda NTB, mengatakan awalnya dia menyampaikan kepada seluruh massa aksi agar melakukan aksi damai tidak anarkis, atau bahkan memprovokasi keadaan.

“Kita minta mereka (Mahasiswa) agar melakukan aksi damai, tidak berbuat rusuh. Tapi yang terjadi tadi aksi lempar batu,” ujar Kapolda NTB, Senin (30/9) malam.

Terlihat, dari pantau media ini, terjadi kericuhan antara Polisi dan Mahasiswa, disekitar halaman kantor dewan.

Lebih lanjut Nana Sudjana, uraikan, bahwa upaya kepolisian kepada mahasiswa tetap pada pendekatan dari hati. Juga himbaunnya saat tadi, agar tidak terjadi aksi rusuh, mahasiswa diminta supaya masuk menemui dewan, tapi dengan syarat harus perwakilan. Artinya tidak semua di perbolehkan masuk.

“Pendekatan humanis udah dilakukan. Kita mempersilahkan perwakilan mereka untuk masuk kedalam (kantor Dewan). Justru mereka minta dan memaksakan diri untuk masuk semua, sementara kita juga punya aturan sendiri,” bebernya.

Sementara, yang diduga melakukan pelemparan atau provokator telah diamankan di Polda NTB, untuk di mintai keterangan lanjutan.

“Ada sekitar 26 orang yang kita angkut tadi, untuk diproses. Yang terlihat ternyata bukan hanya mahasiswa dari sekian yang kita amankan, ada dua orang warga yang ikut terlibat dalam aksi itu, di duga provokator,” cetusnya.

Menurut keterangan yang disampaikan, Kapolda, bahwa ada sekitar lima orang dari anggota yang jadi korban pelemparan batu, dan satu orang dari TNI.

Secara terpisah, Komentar salah satu anggota massa aksi yang terlibat tadi, David Putra Alfatih, mengakui aksi tadi dibubar paksa oleh aparat kepolisian. Dia tidak berkomentar panjang, di tanya seputar soal berapa anggotanya yang di angkut paksa.

“Dari data anggota yang ikut serombongan kita, yang dihimpun sementara masih terpantau aman,” ucapnya. (DCN-Rif)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *