28 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Terkait BLT Di Kabupten Bima Masyarakat Diharap Tenang

2 min read

Doc. Foto Miftah TKS Kab. Bima

DONGGONEWS.com | V-19 berdampak luar biasa bagi kehidupan masyarakat tidak terkecuali di kabupaten bima. Walau belum ada korban jiwa akibat v-19 ini namun secara ekonomi sangat menggangu terutama bagi masyarakat yang berada diekonomi menengah kebawah. Benar saja akibat itu masyarkat takut beraktivitas secara normal sehingga tidak bisa menghasilkan untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Oleh karena itu kehadiran negara lewat Kementrian Sosial RI dengan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan. 

Program BLT yang di luncurkan Kemensos RI yang di berikan untuk Kab. Bima totalnya sebasar 29.663 KK tentunya jumlah ini dirasakan kurang. Sehingga memunculkan masalah. Namun jika dalam  proses pengunpulan data dan verivikasi serta validasinya tepat maka jumlah tersebut akan cukup hal tersebut sesuai dengan pernyataan Koordinator Tenaga kesejahteraan Sosial Kab. Bima Miftahuddin khairuddin. S.Kom yang diwawancai tim DONGGONEWS.com di ruang kerjanya mengatakan, “Jumlah segitu sebenarnya cukup jika proses verivikasi dan validasi yang dilakukan oleh desa dilakukan dengan baik dan tepat sasaran”. Tuturnya. 

Lebih jauh ketika ditanyakan terkait polemik BLT yang selalu bermasalah dirinya menjelaskan kami telah memberikan data kepada pihak desa untuk dilakukan pemutahiran data dengan verivikasi dan validasi. Dengan asumsi bahwa pihak desa mampu mengerakan semua elemen masyarakat lewat Musdes (Musawarah Desa) untuk menentukan data tersebut agar tepat sasaran. Walaupun ia menyadari waktu 3 hari yang diberikan oleh Kemensos dirasa kurang tapi dirinya dan tim Dinas Sosial bekerja sangat keras untuk membantu merampungkan data tersebut. Sehingga dapat meminimalisir terjadinya mis data yang berujung pada permasalahan dikemudian hari. Tegasnya. 

Terkait harapan untuk BLT miftah menambahkan ia mengharapkan masyarakat agar tetap tenang dan jangan anarki jika terdapat kesalahan data dirinya mengaharapkan agar dapat melakukan pengecekan data lewat desa apakah sudah terdata dalam IDBDT  tutupnya. (DNC-Yat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *