16 Juli 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Dr. Ibnu: Birokrasi Gagal Menyejahterakan Rakyat, Mental Kewirausahaan Jadi Solusi

3 min read

Foto: Ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si Didampingi beberapa Pejabat Teras Kampus Tersebut

DONGGONEWS.com | Bima, 111120 –
STKIP Taman Siswa ( Tamsis ) Bima memiliki visi mencetak generasi beradab dengan keunggulan kewirausahaan di tahun 2025. Itulah yang menjadi alasan kenapa kampus dengan julukan Kampus Merah itu terus menularkan motivasi membangun usaha pada mahasiswa

Kuliah Umum Kewirausahaan saat menyampaikan sambutannya ketua STKIP Tamsis Bima, Dr. Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si., juga memaparkan pandangannya tentang peran birokrasi dalam menyejahterakan rakyat. Ia menilai, dengan sejumlah variabel, pemerintah gagal untuk menyejahterakan masyarakat.

Foto: Situasi Kuliah Umum Di Auditorium STKIP Tamsis Bima

“ Masyarakat kitab terlalu mencintai pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya kurang kreatif berpikir, fokus pada birokrasi atau aparatur sipil negara atau pegawai negeri sipil. Sehingga sampai dengan hari ini kita istilahkan birokrasi gagal menyejahterakan rakyat dan masyarakatnya. Saya ulangi birokrasi gagal dalam menyejahterakan rakyat, atau diistilahkan negara gagal “. Ujarnya di Auditorium Sudirman STKIP Tamsis Bima, Rabu, 11/11/2020.

Kenapa gagal, salah satu indikatornya karena pemerintah tidak maksimal mengelola sumber daya alam dengan mengoptimalkan sumber daya manusia. Penting menurutnya untuk mengubah mindset dan kerangka berpikir masyarakat. Itulah yang harusnya menjadi tugas negara. “ Ini yang penting, yang harus menjadi kerangka atau kalau memang kita bersama kita juga terus mengikuti perkembangan dari visi kampus yang terus bergerak membangun apa merubah mindset masyarakat agar memandang peluang kewirausahaan ,” Ungap pria yang dikenal dengan nama Ibnu itu.

Disampaikannya, setidaknya 80 persen civitas akademika dan alumni Kampus Merah telah memiliki ruang usaha. Dan tersebar di Kabupaten Bima dan Kota Bima.

Ibnu juga menyampaikan kabar yang menggembirakan bahwa salah satu dosen yang fokus mengampu mata kuliah kewirausahaan produknya telah mendunia. Bahkan, akan menjadi salah satu produk yang akan dijual saat event Moto GP Mandalika di tahun 2021.

“ Saya sebutkan saja ya, produk itu adalah Susu Kuda 88, yang merupakan unit usaha yang dimiliki Nehrun. Pak Nehrun ini merupakan salah satu dosen yang memang difokuskan untuk memberikan modal membangun usaha pada mahasiswa. Harapannya, dapat memunculkan akibat kewirausahaan pada mahasiswa pada waktu-waktu ke depannya ”. Kata Ibnu.

Kenapa penting didorong, sambungnya, dan kenapa STKIP Tamsis Bima yang kontennya di keguruan dan pendidikan juga mengambil visi tersebut ? “. Jika kita membaca lagi pidato Soeharto meskipun kita tahu Soeharto jatuh karena kelamaan berkuasa, tapi di videonya ia memprediksi di tahun 2020 jika kalau masyarakat bila tidak cinta produk lokal, tidak kenal potensi lokal, maka akan menjadi daerah yang hancur. Negara juga yang hancur karena generasi yang tidak punya ketahanan. Dengan wirausaha itu kita memiliki daya tahan “. Terangnya.

Menutup sambutannya, pihaknya ke depan akan terus mengembangkan diri untuk menggenjot visi kewirausahaan dengan membangun inkubator bisnis. Sehingga, kegiatan kuliah, kuliah umum, seminar, pelatihan kewirausahaan memiliki ending yang baik dalam proses pelaksanaan teknisnya. “ Mari kita terus mengembangkan diri, tidak hanya fokus pada bidang keilmuan di kampus, tetapi kita harus punya banyak wawasan. Karena dengan wawasan dan ilmu kita akan menjadi generasi yang maju sehingga menjadi generasi yang beradab “. pungkasnya.

Untuk diketahui, STKIP Tamsis Bima menggelar kuliah umum kewirausahaan dengan tema, get ready to be an entrepreneur. Setidaknya 370 mahasiswa yang mengambil matakuliah kewirausahaan dari setiap Prodi ikut dalam kegiatan tersebut. Para pemateri yang hadir juga merupakan pengusaha sukses yang tergabung dalam komunitas Tangan Di Atas (TDA) Bima. (DNC-Rizalul Fiqry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *