21 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Misteri Hilang Seorang Warga Dore Bara Belum Terungkap

4 min read

Foto: Tim, Keluarga korabn dan warga masyarakat Pencari Korban yang diduga hilang di sekitar pantai Perairan Oi Pana ( air Panas, Red ) Hu'u Dompu

DONGGONEWS.com | Dompu – Misteri hilangnya salah seorang warga Dore Bara, Dompu, M. Saleh (42 Tahun) di sekitar perairan pantai Oi Pana (air Panas, Red) kecamatan Hu’u kabupaten Dompu hingga hari hari ini belum juga ada tanda-tanda ditemukan. 

Menurut beberapa informasi  yang dihimpun Donggonews.com dari orang terdekat si korban (M. Saleh) di lokasi pencarian korban seperti ibu kandung korban (Salmah), istri korban (Nurwahidah) serta ipar,  menceritakan. M. Saleh meninggalkan rumah kediamannya di Desa Dore Bara kecamatan Dompu hari Jum’at sore, (27/12) dijemput oleh beberapa orang temannya. Mereka berangkat menuju tempat pemancingan yang berlokasi di  sekitar pantai Oi Pana Hu’u dengan berboncengan motor. Menurut infomasi dari istri korban mereka ada tujuh orang teman sama-sama berangkat menuju lokasi pemancingan. 

Foto: Istri korban (Nurwahidah dan anaknya) yang memakai kerudung hijau muda di TKP

Berdasarkan keterangan dari salah seorang teman korban bahwa setiba di lokasi pemancingan dari delapan orang termasuk korban terpencar mengambil bagian masing-masing untuk memilih lokasi pemancingan. Si korban yang hilang (M. Saleh) memilih tempat berdekatan dengan sebuah terowongan di tepi pantai sebagai tempat untuk memancing, ungkap teman korban.  

Hari semakin malam merekapun tetap melanjutkan aktifitas pemancingannya. Salah seorang teman korban memanggil M. Saleh sembari mengajak berkumpul di tempat dimana mereka semula berkumpul. “Sile mai ra ta istirahat wa’u” ( Saleh mari kita istirahat dulu, Red), namun beberapa kali dipanggil oleh temannya tidak ada jawaban sementara suara gelombang semakin membesar.

Berdasarkan keterangan tersebut disini muncul beberapa analisa, prediksi yang walaupun hanya bersifat spekulatif tapi kalau kita saksikan areal sekitar ini memang  hutannya lebat, jurang, tebing yang terlalu tinggi bahwa kemungkinan si korban yang hilang tersebut diseret arus gelombang pantai. Ada juga yang berpendapat bahwa sekitar areal pantai Oi Pana sangat angker terutama diceritakan oleh warga asli Hu’u yang ikut mencari dimana si korban hilang. 

Pada suatu hari sebelum M. Saleh  memancing di tempat yang sama ada semacam perjanjian antara dirinya dengan sosok mahluk misterius. Karena pada saat itu Si korban tiba-tiba dihampiri serta diajak sesosok laki-laki berpakaian serba putih. Laki-laki misterius terbut mengatakan pada M. Saleh (korban yang hilang) 

“Kamu saya bawa ke suatu tempat dimana kami tinggal”. 

Kemudian M. Saleh bertanya pada sosok misterius tersebut.

“Untuk apa saya dibawa ke sana ?”, tanya Si Korban. 

“Saya nikahkan kamu dengan putri saya”, jawab mahluk misteriius pada M. Saleh. 

“Mana mungkin saya nikah dengan anak bapak sementara saya sudah punya istri” jawab M. Saleh dengan nada keheranan. 

Kata teman korban, karena M. Saleh tidak merespon dengan serius maka sosok mahluk misterius tersebut tiba-tiba menghilang. Dan pada saat kejadian menghilangnya M. Saleh malam Sabtu, (27/12) sekitar  pukul 21.00 Wita. Si korban juga pernah bertemu dengan sosok misterius di sekitar tempat yang sama. Sosok misterius itu mengatakan pada M. Saleh. 

“Kamu tidak boleh pulang sebelum empat hari kamu nginap di sini”, kata sosok misterius pada M. Saleh, ungkap teman korban menirukan suara korban. 

Kalau dikaitkan dengan kebiasaan korban selama dia melakukan pemancingan bahwa si korban yang hilang ( M. Saleh ) selalu membawa beras kuning jika pergi memancing di tempat tersebut, cerita ipar korban. 

Ada juga yang bercerita terkait ada perjanjian si korban dengan alam gaib yang mendiami areal tersebut kalau si korban baru boleh pulang setelah empat hari menginap di sini (area pemancingan korban, Red), ungkap teman yang tidak mau disebutkan namanya.  

Masih menurut informasi dari TKP bahkan tiap tahun selalu saja di tempat tersebut meminta korban. “Bapak-bapak, ibu-ibu! tidak boleh sembarangan datang memasuki area sekitar ini tanpa permisi kepada si pemiliknya! ( tempat tersebut memiliki kegaiban atau mistik )”, ungkap Maman (warga Rasa Bou Hu’u). 

“Bila kita memasuki area ini harus minta izin atau memberi tahu dulu kepada yang memilki wilayah, lalu siapa pemiliknya, dia menjelaskan yaitu orang yang pernah membuka lahan sekitar sini”, lanjut dia.

Lepas dari itu semua, kembali ke masalah hilangnya M. Saleh yang sampai tulisan ini diturunkan belum juga ada indikasi ditemukan padahal menurut Kepolisian Sektor Hu’u dan Pol. Aerut sudah mengerahkan tenaga SAR dan warga untuk mencari si korban hilang. 

Foto: Lokasi perkiraan hilangnya M. Saleh Warga Desa Dore Bara Dompu ketika korban melakukan pemancingan di sekitar pantai Oi Pana Hu’u

Menurut informasi di TKP mulai hari pertama sampai berita ini ditulis pencarian oleh Tim SAR belum ada indikasi ditemukan. Apalagi menghilangnya M. Saleh tidak meninggalkan petunjuk dimana si korban melakukan pemancingan. 

“Biasanya kalau orang memancing selalu membawa alat untuk memasukkan hasil pancingan, M. Saleh pun membawanya, cuman yang ditemukan di tempat pemancingan korban hanyalah ‘umpan’”, ungkap temanya. 

Tapi yang menjadi pertanyaan jika seandainya si korban diseret arus gelombang pantai, maka ada kemungkinan alat memasukan ikan tersebut akan terapung. Tapi, bukti petunjuk seperti itu tidak ditemukan Tim pencari selama dalam pencarian. 

Upaya pencarian disekitar perairan pantai Oi Pana dan sekitarnya terus dilakukan baik oleh Tim SAR, Keluarga korban, warga masyarakat namun hasilnya nihil. 

“Semoga saja Rahmat Allah memberikan tanda-tanda untuk terungkap sekaligus ditemukan”, ungkap warga.  (Ama La Beby)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *