28 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Abal-Abal, Soal Tanah di Sampungu Mau Dibeli Raja Salman

1 min read

Dok. Tribunnews.com

DONGGONEWS.com | Bima – Gembor-gembor tanah di So Lalembo Sampungu, kecamatan Soromandi, kabupaten Bima, yang mau dibeli Raja Salman, Arab Saudi, hanya fiktif belaka.

Masyarakat Sampungu sejak dua tahun lalu menunggu janji Ketua Team Penjualan Tanah H. Zainul Arifin, Team Pelaksana, Ramli, hingga sekarang belum terpenuhi. Malah informasi diperoleh dari sumber terpecaya, tanah tersebut akan dibeli cukong China, untuk Pabrik Jagung dan Es. Bukan Raja Salman, itu pun sejak dua tahun lalu sempat terlupakan.

Kini informasi Tanah So Lalembo, sejumlah kurang lebih 40 hektar, mau dibayar cukong China kembali mencuat. Bahkan surat-surat sedang diurus intensif massal oleh Team pada Notaris Umaya, Talabiu.

Segelintir pemuka masyarakat, dan mafia tanah sudah merapat ke Notaris mengawasi surat tanahnya. Tapi aneh, masyarakat desa Sampungu yang punya wilayah banyak tidak kebagian tanah karena dikuasai secara paksa mafia tanah, oknum tokoh masyaralat, konco, keluarga mantan oknum pejabat tinggi Bima.”Semua keluarga, temannya, anak, ipar, ponakan, dapat jatah tanah. Sedangkan kami- kami ini banyak yang tidak kebagian,” ungkap tokoh masyarakat Sampungu minta namanya tidak disebutkan.

“Mereka sungguh maruk, rakus dan bekerjama segelintir oknum tokoh Donggo. Soalnya, mantan pejabat itu takut pada orang-orang yang mengaku Donggo, padahal pecundang semua,” lanjutnya, seraya menbahkan, semoga mereka mendapat ganjaran setimpal di akhirat kelak.

Ketua Lembaga Adat Donggo, Arifin J. Anat, mengutip Taufik, bahwa sebenarnya pembeli tanah So Lalembo, tidak ada.”Itu proyek abal-abal,” kutip J. Anat, ucapan Taufik, pada Donggonews.com beberapa lalu. (DNC-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *