27 September 2023

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Gubernur Senior Harun Al Rasyid Akui, Bacabu Arifin Berpengalaman Bidang Pemerintahan

2 min read

Foto: Drs. H. Arifin, M.M. bersama warga DKI Jakarta asal Bima yang terdampak Covid-19

DONGGONEWS.com | Jakarta, 220520 – Harun Al Rasyid Gubernur Senior Nusa Tenggara Barat, 1998-2003, menyodorkan persyaratan Pilkada 2020-2025, harus dipenuhi Bakal calon bupati Bima kedepan. Pertama, mengetahui seluk pemerintahan. Kedua, memiliki niat baik membangun daerah. Ketiga, tidak mementingkan diri sendiri atau keluarga ketika terpilih.

“Tiga syarat tersebut harus dipenuhi oleh para bakal calon bupati Bima. Juga masyarakat jika mau Bima lebih baik harus memilih pemimpin berdasarkan tiga persyaratan itu,” imbau mantan Walikota Jakarta Selatan, pada DONGGONEWS.com, akhir pekan lalu di Jakarta. Sebagimana diketahui bebarapa calon muncul sekarang, Pasangan calon Indah Putri Damayanti- Dahlan M.Nor, Safruddin – Ady Wahyudi, dr.Irfan – Herman Alfa Edison.

Terakhir munyusul Arifin si Kuda hitam tunggal membayangi ketiga bakal calon Indah Putri Damayanti – Dahlan M.Nor, Syafrudin – Ady Mahyudi, dr.Irfan – Herman Alfa Edison. Sebelumnya tidak terbayangkan khalayak si Kuda Hitam akan muncul meramaikan perhelatan Pilkada Bima, 2020 – 2025.

Harun tidak menyebut secara spesifik pasangan mana akan didukung. Yang jelas semua bakal calon mempunyai peluang sama memenangkan pertarungan. Pasangan Indah Damayanti Putri – Dahlan M.Nor, sebagai petahana tentu memiliki peluang besar memenangkan Pilkada Bima. Asumsinya, masih signifikan dicintai masyarakat Bima, pemilih tradisional mayoritas memilih petahana.

Syafrudin – Adi Mahyudi, peluang meraih kemenangan masih berada dibawah pasangan Indah Putri Damayanti-Dahlan M.Nor. Alasan, pertarungan periode lalu beda tipis dengan petahana. Tapi petanya sekarang berbeda, Dinda masih berpengaruh besar terhadap pemilih pedesaan. Persoalan lain dihadapi Syafrudin-Ady Mahyudi, partai.
“Apakah kendaraan politiknya sudah siap?” pertanyaan Harun.

Dr.Irfan-Herman Alfa Edison, mantan anggota Fraksi Gerindra DPR RI, belum bisa melihat kompetensinya. Mengaku belum banyak tahu tentang pasangan IMAN. “Saya tidak bisa memberikan komentar lebih jauh tentang keduanya,” ujarnya.

Arifin bagi Harun bukan orang baru.”Saya kenal persis Arifin, meiliki kemampuan cukup baik di bidang birokrasi. Kapasitas menjadi pimpinan daerah Bima, berpeluang cukup baik. Dia Memiliki sifat kepamongan. Punya pengalaman dua puluhan tahun menduduki berbagai jabatan di pemerintahan DKI Jakarta,” katanya,

Tetapi, lanjut Harun mengharapkan Arifin, maju calon periode 2025-2030. Sehingga dari sekarang bisa menyiapkan segala sesuatu. Pilkada tidak sedikit menyedot biaya harus punya puluhan miliar. “Disamping itu Dinda masih kuat pengaruhnya. Saat ini belum bisa dikalahkan,” prediksinya.

Namun, jika sudah siap segalanya untuk maju tidak mengapa Arifin ikut berkontestasi dio Pilkada 2020 -2025. “Di lapangan nanti masyarakat bisa menilai bakal calon bupati yang mana dipilih sesuai tiga persyaratan diatas,” tekan Harun.

Diakui Arifin seorang birokrat yang baik. Memiliki banyak pengalaman. Relative sedikit banyak punya dana. Yang pasti Arifin punya basis dukungan di kecamatan Wera dan Ambalawi. Ketimbang yang lain. Tinggal memilih calon wakil yang dapat mengkaver kecamatan lain, Sape, Lambitu, Woha, Bolo, Donggo, Tambora dan lain. (DNC-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *