13 Juni 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Percepatan Kemajuan Bima, Arifin Tidak Hanya Andalkan DAU/DAK

2 min read

Foto: Drs. H. Arifin, MM. Bakal calon bupati Bima

DONGGONEWS.com | Jakarta, 240520 – Bakal calon bupati (Bacabu) Bima Drs. H. Arifin, MM, sependapat dengan Pengamat Kebijakan dan Keuangan Publik Universitas Negeri Solo, Dr. Muhtar, M.Si, jika terpilih jadi Bupati Bima, tidak bisa hanya mengandalkan dana desentralisasi. Dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK).

“Oh iya. Karena DAU habis membiayai gaji pegawai. Begitu ploting DAK sangat minim peruntukan membangun infrastruktur. Tersedot pembangunan yang non fisik,” demikian Arifin menjawab DONGGONEWS.com, di Jakarta, (24/05).

Sebelum Pengamat Kebijakan dan Keuangan Publik UNS,Dr.Muhtar,M.Si, dalam media online Radar Tambora, edisi (23/05) mengingatkan jika Arifin terpilih jadi bupati Bima, tidak bisa hanya mengandalkan dana desentralisasi. DAU dan DAK dari pemerintah pusat. Karena rasio ketergantunga keuangan kabupaten Bima sangat tinggi bila diacu pada Perda Nomor 6 tahun 2019, Tentang ABPD Kabupaten Bima, 2020, 72,19 persen.

Angka tersebut diperoleh dari dana perimbangan pemerintah pusat, sebesar Rp1.364.993.326.866,68 dibagi, total pendapatan APBD kabupaten Bima, 2020 Rp1.890.805.429.232,40. Sedangkan derajat desentralisasi, sebesar 8,12 persen. Kategori sangat rendah. Disamping, 79,60 persen DAU kabupaten Bima, tahun anggaran 2020 digunakan belanja pegawai.

Muhtar, melihat data kemampuan keuangan daerah Bima tidak bisa dipimpin tokoh lokal yang hanya jago kandang. Tapi harus dipimpin tokoh visioner, punya rekam jejak di pemerintahan mumpuni punya akses atau jaringan luas.

Atas pertanyaan DONGGONEWS.com, Arifin mengatakan, memang apa yang dikatakan Dr.Muhtar percepatan pembangunan Bima tidak bisa hanya mengadalkan DAU dan DAK. Karena masih banyak peluang memasukan dana untuk membiayai percepatan pembangunan kabupaten Bima, selain mengoptimalkan DAU dan DAK.

“Banyak peluang yang bisa diexplore di luar dana desentralisasi. DAU dan DAK. Inshaa Allah. Saya tidak mau janji sekarang, tapi saya akan buktikan nanti. Hubungi channel saya yang ada di dunia usaha (swasta) maupun kementerian terkait untuk membantu memajukan kabupaten Bima. Supaya setara daerah lain yang lebih dahulu maju. Saya memiliki banyak networking,” akunya. (DNC-001)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *