28 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

STKIP Taman Siswa Bima Nobatkan Gelar Bapak Peradaban Pada Gubernur

3 min read

Sumber Foto : Gubernur NTB

DONGGONEWS.com | Bima – Ketua STKIP Taman Siswa Bima Dr Ibnu Khaldun Sudirman, M.Si, mengundang Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah melihat langsung keadaan kampus Taman Siswa (Tamsis) beradab  untuk memberi inspirasi kepada ratusan mahasiswa dan Dosen dalam acara Graduation Gathering Sarjana Beradab guna menatap masa depan gemilang.

Kehadiran gubernur sangat diapersiasi segenap civitas akademica Tamsis. “Terima kasih yang tak terhingga kami ucapkan. Rasanya, bahwa pertemuan ini seperti representasi dari pertemuan tiga visi besar, NTB Gemilang, Bima Ramah, dan Tamsis Beradab. Meskipun dengan biaya SPP terendah dunia akhirat, kampus Tamsis Beradab ini terus berjuang untuk Go Internasional,” papar Ibnu Khaldun, dalam prolog pidatonya, di Auditorium Tamsis, Bima,(21/8).

Wujud apersiasi Dr Ibnu Khaldun Sudirman, atas nama STKIP Tamsis  M.Si,   memberikan penghargaan pada Gubernur sebagai Bapak Peradaban (The Father Of Civilization) atas  kinerjanya tidak mengenal lelah menemui rakyat kecil dari desa ke desa dalam kurun waktu lebih kurang satu tahun masa jabatan. “Sepertinya bapak Gubernur tidak pernah capek bertemu rakyat dan melakukan gebrakan percepatan pembangunan SDM hingga membuka akses kerjasama dengan dunia Internasional,” puji Ibnu.

Bagaikan gayung bersambut. Gubernur pun memuji Ketua STKIP Taman Siswa Bima, Dr Ibnu Khaldun,” karena memiliki mimpi besar setelah melanglang buana ke kota besar dan kota pendidikan di Indonesia. Seperti Yogyakarta dan Jakarta. Saat berada di kota tersebut tidak hanya untuk misi pendidikan dalam menuntut ilmu, tetapi juga untuk melihat bagaimana kemajuan kota tersebut diberbagai aspek. Pengalamannya yang banyak tersebut, akan menjadi inspirasi untuk diwujudkandi tempat tanah kelahirannya yang masih tertinggal,” katanya memuji.

Gubernur sangat yakin, ketika mahasiswa dari Bima, Dompu, Sumbawa, dan Lombok keluar negeri untuk melanjutkan studi, tidak hanya meraih sebuah gelar akademik, tapi jauh lebih penting dari itu sebuah perjalanan jiarah melihat dan mengambil pelajaran dari tempat baru yang lebih maju agar kita memiliki cara pandang, mindset baru yang berbeda dengan cara pandang kita disini. Yakni cara pandang memiliki mimpi besar, seperti yang pernah ditulis oleh Obama dalam bukunya “The Audacity of hope” (menerjang harapan), bahwa Winning harus menjadi kebiasaan.

Menyinggung kebijakan beasiswa studi lanjut S2 maupun S3 ke luar negeri bagi seribu mahasiswa  merupakan bagian dari hasil merefleksikan diri sendiri yang pernah studi lanjut ke beberapa Negara, seperti di Eropa, Amerika, Jepang, dan Australia. Beliau pernah sekolah SMA di luar negeri dan ketika melanjutkan kuliah S1 di Universitas Indonesia, menjadi Ketua BEM UI. Satu-satunya putra   NTB pernah menjadi Ketua BEM UI.  Setelah lulus S1 di UI melanjutkan studi S2 dan S3 ke luar negeri. Kita dari desa, tetapi bisa menjadi pemimpin dimanapun berada.

Mantan anggota DPR RI itu memuji kehebatan sumber manusia NTB. Di tengah alam yang keras tapi manusianya menyimpan kemampuan komunikasi dan keberanian untuk maju luar biasa. Dari 1000 mahasiswa yang kita kirim studi lanjut ke luar negeri dengan cara berpikir yang baru; 10-20 porsen kembali ke NTB. Sebagian besar dari mereka akan berkarir diberbagai daerah dan Negara. Kelebihan orang NTB dibanding yang lain akan selalu merindukan kampung halaman dimanapun mereka berkarir. Sehingga kedepan pembiayaan beasiswa ini semoga didanai juga Kabupaten dan Kota.

Ditambahkan, kehebatan mahasiswa mahasiswa NTB dimanapun mereka studi di luar negeri, mereka selalu menjadi ketua organisasi. Minimal mereka sebagai ketua majelis taklim/ketua pengajian. Di luar negeri banyak kesempatan menjadi orang sukses dan menambah income. Misalnya, menjadi muazin, loper Koran, dan kerja sampingan lain. Andaikata kerjasampingan dilakukan serius, maka kita bisa meraih kesuksesan besar ketika pulang kembali ke Indonesia. Bahkan ada diantara mereka menjadi kepala daerah dan sukses membangun usaha.

Karena itu, gubernur mengajak mahasiswa agar tidak hanya bangga pernah menjadi ketua organisasi, pandai berpidato dan ramai-ramai menjadi Timses. Semua ini penting, tapi memiliki pemikiran yang jernih dan kerendahan hati lebih utama dari semua. Untuk menjadi pribadi yang baik dan pemimpin hebat harus memiliki pengalaman berorganisasi, kemampuan komunikasi yang baik, pemikiran jernih, dan kerendahan hati menghadapi perbedaan dan dinamika dalam masyarakat. Dengan begitu, cara bicara kita memiliki isi, bernilai, dan penuh inspirasi.

Sebelumnya Wakil Bupati Kabupaten Bima, Drs.H.Dahlan, dalam sambutan singkatnya mengeluhkan masih banyak sumber daya manusia (SDM) birokrasi dan aparatur sipil Negara (ASN) pemerintah kabupaten Bima belum handal.”SDM yang handal akan membawa dampak yang bagus bagi percepatan pembangunan pada semua aspek kehidupan. Salah satu tantangan bagi terwujudnya visi Bima Ramah masih banyak SDM birokrasi dan ASN yang belum handal,” katanya, seraya melanjutkan, Oleh karena itu mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa, jangan hanya mengejar ijazah tapi harus mengejar ilmu sebanyak-banyaknya.(DNC-04)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *