27 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dapat Meningkatkan Aktifitas Belajar Siswa Sesuai Dengan Kebutuhan Belajar Murid

5 min read

Oleh : ARIF RAHMAN
Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) NTB

Pada hakekatnya, Pendidikan karakter tersebut didefinisikan sebagai usaha menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta didik mampu bersikap dan bertindak bersandarkan nilai-nilai yang telah menjadi kepribadiannya. Pendidikan Karakter harus selalu diajarkan, dijadikan kebiasaan, dilatih secara konsisten dan kemudian barulah menjadi karakter bagi peserta didik. Guru sangat berperan dalam penguatan pendidikan karakter bagi anak didiknya, dimana guru harus mencontohkan apa yang disampaikan dan akan ditiru oleh anak didiknya. Keteladanan yang dicontohkan oleh guru akan memudahkan penerapan nilai-nilai karakter bagi peserta didik. Guru adalah seorang yang digugu dan ditiru. Di gugu diartikan adalah apa saja yang disampaikan oleh guru, baik lisan maupun tulisan dapat dipercaya dan diyakini kebenarannya oleh semua peserta didik. Sedangkan ditiru artinya sebagai seorang guru harus menjadi suri tauladan dalam setiap perbuatannya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa guru dijadikan panutan dan teladan bagi semua anak didiknya.

Pendidikan karakter adalah bentuk kegiatan Manusia yang di dalamnya terdapat suatu tindakan yang mendidik dan diperuntukkan bagi generasi selanjutnya. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk membentuk penyempurnaan diri individu secara terus-menerus dan melatih kemampuan diri demi menuju ke arah hidup yang lebih baik. Konsep karakter dapat mengekspresikan berbagai atribut, termasuk kehadiran atau kurangnya kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan kesetiaan, atau perilaku atau kebiasaan yang baik; atribut ini juga merupakan bagian dari soft skill seseorang. Karakter moral terutama mengacu pada kumpulan kualitas yang membedakan satu individu dari yang lain – meskipun pada tingkat budaya, kelompok perilaku moral yang dianut oleh kelompok sosial dapat dikatakan menyatukan dan mendefinisikannya secara budaya sebagai berbeda dari yang lain. Psikolog Lawrence Pervin mendefinisikan karakter moral sebagai “disposisi untuk mengekspresikan perilaku dalam pola fungsi yang konsisten di berbagai situasi” Sama seperti, filsuf Marie I. George menyebut karakter moral sebagai “jumlah dari kebiasaan dan watak moral seseorang” Aristoteles telah mengatakan, “kita harus mengambil sebagai tanda keadaan karakter kesenangan atau rasa sakit yang terjadi pada tindakan. Untuk itu untuk menjawab Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Dapat Meningkatkan Aktifitas Belajar Siswa Sesuai Dengan Kebutuhan Belajar Murid. Maka perlu di lakukan pembelajaran dengan Konsep STAR ( Situasi,Tantangan, Aksi dan Refleksi )

SMAN 1 Donggo adalah salah satu SMAN yang terletak di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat, sekolah ini pada tahun 2023 lulus menjadi sekolah penggerak tahap 3. SMAN 1 Donggo sebelumnya belum menerapkan kurikulum merdeka, namun pada tahun pelajaran 2023/2024 mau tidak mau SMAN 1 Donggo akan menerapkan kurikulum merdeka mandiri karena sebuah keharusan bagi sekolah penggerak untuk melaksanakan penerapan kurikulum merdeka, oleh karena itu saya sebagai guru penggerak dan calon nara sumber berbagi praktik baik memiliki tugas untuk melakukan gebrakan lebih awal melakukan sosialisasi praktik baik berupa pembelajaran berdiferensiasi dan praktik baik lainya di sekolah.

Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia maupun anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi tingginya.Sebagai pendidik, kita tentu menyadari bahwa setiap anak adalah unik dan memiliki kodratnya masing-masing sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamanya seyogyanya murid dapat berkembang dan ada peningkatkan aktifitas belajarnya. Penerapan praktik ini penting untuk di bagikan kepada siswa dan teman sejawat dengan cara mengsosialisasikan pembelajaran berdiferensiasi di kelas berdasarkan kebutuhan belajar murid dengan kata lain kita dapat melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi untuk menjawab kebutuhan belajar murid sesuai dengan kebutuhannya yang termuat dalam tiga aspek yaitu : kesiapan belajar murid (readiness), minat murid, dan profil belajar murid.

Peran dan tanggung jawab saya adalah melakukan praktek secara langsung di kelas dengan menggunakan pembelajaran berdiferensiasi di kelas dan mengajak teman sejawat untuk mengamati keberlangsungan proses awal hingga akhir dari kegiatan tersebut kemudian saya bertanggung jawab untuk melakukan mengimbasan terhadap siswa dan guru – guru di sekolah saya dan sekolah lain secara terus menerus karena pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang harus di terapkan sebab mengandung unsur P5 serta pembelajaran berdiferensiasi adalah isi implentasi kurikulum merdeka

Tantangan
Tantangan untuk mencapai tujuan tersebut adalah masih kurangnya minat siswa terhadap pemahaman model pembelajaran berdiferensiasi,karena pembelajaran berdiferensiasi adalah model pembelajaran yang baru mereka rasakan,masih kurangnya sarana prasarana belajar yang memadai di sekolah.

Aksi
Langkah – langkah yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah membangun komunikasi yang positif secara emosional dengan kepala sekolah, guru dan siswa serta mengsosialisasikan materi, asas manfaat dari pembelajaran berdiferensiasi untuk memenuhi kebutuhan belajar murid.
Strategi yang saya gunakan adalah strategi pembelajaran konten, proses dan produk serta melakukan pendekatan emosional dan menjalin komunikasi yang baik secara intens dengan kepala sekolah, guru, siswa sehingga tujuan yang saya harapkan dapat tercapai.dan memberikan wadah untuk me memenuhi kebutuhan belajar murid.

Prosesnya adalah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah untuk memberikan pemahaman arti penting pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan aktivitas belajar siswa sesuai dengan kebutuhan belajar murid dan melakukan pertemuan dinas dengan bapak ibu guru di sekolah untuk mengsosialisasikan materi pembelajaran berdiferensiasi serta melakukan

aksi nyata di kelas dengan membagikan angket kepada siswa untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid sesuai dengan kebutuhannya.

Sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi adalah Laptop, LCD proyektor, Spidol,Buku pegangan guru dan buku siswa serta alat bahan yang mendukung kegiatan tersebut.

Refleksi Hasil dan dampak

Dampak dari aksi adalah pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa sehingga siswa dapat menelaah materi pembelajaran secara holistik, dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa sesuai dengan kebutuhan belajarnya.

Langkah-langkah yang dilakukan adalah menyiapkan modul ajar, merumuskan capaian pembelajaran,memberikan pertanyaan pemantik untuk merangsang pemahaman siswa terhadap materi, membagi kelompok sesuai dengan kebutuhan belajar siswa, menyiapkan LKPD atau bahan untuk melakukan kegiatan, mempresentasikan hasil diskusi berdasarkan kelompok belajar, melakukan kegiatan refleksi terhadap pembelajaran.
Hasilnya dari kegiatan adalah sangat efektif karena mendorong meningkatkan aktivitas belajar siswa sesuai dengan kebutuhan belajar murid.

Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan adalah kepala sekolah, teman sejawat memberikan apresiasi terhadap apa yang saya lakukan karena pengimbasan di sekolah dengan hal – hal baru yang bersifat positif dalam rangka meningkatkan aktivitas belajar siswa, siswa merasa nyaman dan menyenangkan dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
Faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan adalah Komunikasi yang positif, dukungan dari kepala sekolah dan teman sejawat serta dukungan sarana prasarana dalam kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut adalah ada makna yang tersurat dan tersirat secara positif dalam kegiatan pembelajaran berdiferensiasi.

TERIMA KASIH

SALAM BAHAGIA GURU HEBAT INDONESIA
MARI KITA MEWUJUDKAN PEMIMPIN PEMBELAJARAN YANG BERKUALITAS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *