21 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

KONFIGURASI DAN KOLABORASI KEPEMIMPINAN MASA DEPAN DI BIMA Dr. H.Abubakar HM ,MA, Akademisi senior IAIN palangka Raya

4 min read

Sosok Penampilan Arifin dan Herman sebagai figur calon pemimpin baru di Bima pada periode 2020 sd 2025 menjadi perbincangan yang menarik dijagad poliitik dan sejumlah media massa di negeri ini, karena merupakan, wajah baru yang memiliki potensi sumber daya, talenta dan keunggulan yang dapat ditampilkan dalam percaturan politik saat ini , keduanya berasal dari wilayah Timur dan Barat mewakili BUMI MBOJO dalam konstalasi perpolitikan di Bima, dengan ciri khas masing-masing sekaligus merupakan perpaduan gaya kepemimpinan kolaboratif dan kekuatan integratif yang sangat dahsyat untuk menterjemahkan tugas kemasyarakatan dalam membangun integrasi sosial dan kesejahhteraan masyarakat Bima yang dicita-citakan dimasa yang akan datang.

Kekuatan sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Bima mennjadi sumber potensi yang mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakat , sehingga diperlukan kemampuan pengelolaan yang profesional dengan kolaborasi gaya kepemimpinan yang memiliki ciri khas dengan nilai- nilai kepemimpinan “MAJA RA DAHU” (malu dan takut), melakukan pelanggaran´atas nilai – nilai kebenaran yang bersumber dari ajaran Agama dan budaya Bima yang lekat dengan nilai-nilai Islam. Figur ARIFIN dan HERMAN merupakan tokoh yang mampu memadukan nilai Budaya dengan filosofi “NGAHA AINA NGOHO” (Hidup sederhana) sebagai ciri khas masyarakat Bima yang telah berkembang sejak dulu sampai saat ini.

Kepemimipnan dalam tradisi dan budaya Bima memerlukan penguatan budaya “‘NGGAHI RAWI PAHU, MAJA RA DAHU LABO NGAHA AINA NGOHO”(Kerja keras, malu dan takut melanggar nilai-nilai kebenaran serta hidup sederhana)”. Nilai-nilai yang telah dimiliki oleh nenek moyang , kini sudah banyak yg hilang dari praktek keseharian kita karena keteladanan yang ditunjukan oleh pemimipin yang tidak intens menerapkan nilai budaya tsb dalam prilaku dan tindakan serta tidak dijadikan sebagai program prioritras dalam setiap masa kepemimpinan. Saatnya pemimipin baru yang akan datang hadir dan tampil untuk memberikan pengutan terhadap nilai-nilai budaya sebagai ruh kehidupan masyarakat Bima kini dan akan datang. Kehadiran sosok calon pemimpin baru ARIFIN DAN HERMAN menjadiI MODEL yang mampu menujukan jalan ke arah pembaharuan pemikiran yang lebih responsif dan prospektif sesuai dengan ciri khas masyarakat Bima yang hidup dengan menempatkan nilai-nilai Agama sebagai penopang utama dalam kehidupan. Dua calon pemimpin baru Kabupaten Bima ini harus menjadi ikon pembangunan di Bima untuk merekonstruksi dan merekayasa pembangunan masa depan sebagai cita-cita yang harus diwujudkan secara transparan sesuai tunututan pembangunan masa kini dan masa depan.

Kabupaten Bima harus menjadi model bagi darerah lain di Indoenesia, karena itu memerlukan kesiapan dan kesungguhan pemimpin yang dapat melakukan perubahan secara mendasar, jika tidak maka perubahan sulit terwujud, yang diperlukan sekarang adalah orang yang mampu melakukan perubahan secara koseptual dan aplikatif dalam deimensi pembangunan yang berorientasi kepada pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat. Saatnya calon pemimipin baru dengan visi dan misi serta program baru yang menyentuh kepentingan masyarakat, mereka menunggu apa yang mesti dilaksanakan bukan apa yang dijanjikan, karena sering terjadi antara harapan dan janji manis sewaktu kampanya menjadi konsumsi dan kenangam yang tidak terwujud , masyarakat tidak berharap yang muluk-mulik tapi bagaimana mereka bisa hidup secara layak sebagai masyarakat yang memiliki hak hidup yang dijamin oleh Undang undang Dasar 1945.

Kita yakin dan percaya bahwa masa depan pembangunan di Bima di bawah kepemimipnan ARIFIN DAN HERMAN akan memberikan hasil terbaik, karena kontribusi yang diberikan didasarkan atas niat yang ikhlas bukan karena janji, tetapi karena kewajiban dan kebutuhan untuk mensejahterakan masyarakat seperti di daerah-daereah lain di Indonesia.

Beberapa program starategis yang patut menjadi sasaran kegiatan dalam periode 2020 sd 2025 antara lain : (1) Pembangunan pertanian, yang dapat memberikan akses kepada masyarakat untuk menikmati hasil pertanian sebagai tuan di negeri sendiri, bukan sebagai buruh pekerja yang hanya bisa hidup dengan pengaturan orang lain, atau pemilik modal, petani kita harus diletakan sebagai orang yg memiliki hak yang harus dilingdungi dengan sejumlah regulasi yang berpihak kepada masyarakat ; (2) Infrastruktur jalan dan jembatan; yang menghubungkan daerah yang terisolasi, sehingga perkembangannya lebih cepat, antar kecamatan perlu ada akses jalan yang mampu menghubungkan dengan daerah luar, sehingga terbuka peluang kompetisi terutama dalam memsarkan hasil pertanian untuk mendapatkan pelayanan dari pemerintah, sehingga sistim monopola harus dihilangkan. karena petani yang memiliki modal terbatas tidak mungkin melakukan kompetisi ; (3) Pengembangan daerah wisata ; Bima perlu dijadikan sebagai darerah tujuan wisata dengan menawarkan sejumlah tempat-tempat wisata baru yang lebih asri dan esoteris, jangan memberikan peluang kepada investor asing utk untuk menanam investasi di daerah wisata , masyarakat lokal mestinya menjadi bagian dari pengelola wisata , sehingga mereka mendapatkan penghasilan dari pembukaan daerah wisata baru itu. Daerah wisata harus menerapkan sistim yang menempatkan nilai-nilai moral sebagai bagian dari protap yang harus dilakukan, sehingga perlu menyediakan fasilats peribadatan dan fasiltas pendukung lainnya. (4). Program pengembangan pengajaran mengaji bagi setiap Desa untuk menjadi program prioritas bagi anak-anak kita, sehingga mereka dapat membaca dan memahami Al-qur’an., sebagai ciri khas masyarakat Bima; (5). Pengembangan program percontohan masing-masing Kecamatan dan Desa, sehingga masyarakat merasa memliki dan terlibat dalam melaksanakan kegiatan itu secara gotong royong.

Kemampuan Calon Pemimpin Baru Kabupaten Bima , tidak perlu diragukan , karena keduanya merupakan kader-kader bangsa yg sudah melanglang buana dan memiliki pengalaman di dunia birokrasi dan politik, sehingga program yang ditawarkan menjadi bagian dari wujud pengalaman mereka berdua..

Konfigurasi dan kolaborasi gaya kepemimpinan kedua tokoh “ARIFIN DENGAN HERMAN” menjadi kekuatan yang dapat melahirkan semangat baru dengan ide-ide baru, program baru ,dan era baru “YAITU ERA KEBANGKITAN MASYARAKAT MBOJO.”. selamat berjuang kesuksesan selalu menyertai.
Palangka Raya, 15 Juni 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *