16 Juli 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Pemimpin Yang Baik Mau Terima Kritikan

4 min read

Foto: Staf Pengajar SMA Al Falah HMM Mimika Bekasi Jawa Barat Mustakim, S. Pd

Pemimpin yang baik, ialah dia yang mau menerima kritikan yang kemudian keritikan itu akan di jadikan landasan untuk melakukan intropeksi/perbaiki baik dalam hal kepribadian maupun dalam pekerjaan. Bukan sebaliknya, yaitu pemimpin yang banyak janji dan janjinya tidak ada satupun yang mampu direalisasikan. Bahkan ketika ditagih janjinya dia lari dan coba membungkam. Nah..! Hal seperti inilah yang tidak ingin kita rasakan kedepannya dan cukup untuk saat ini.

IDP-Dahlan merupakan bupati dan wakil bupati yang kini menghabiskan masa baktinya di priode ini. Dan kini, beliau akan melanjutkan misi politiknya dalam bursa PILKADA yang akan datang dengan semboyan Indah Damayanti Putri-Dahlan HM Noer, dua periode?

Bagi saya, meminta dan berharap untuk melanjutkan misi merupakan hal yang wajar bagi seorang politisi. Namun, akan tidak wajar bagi saya, mengharapkan untuk melanjutkan misi sementara prestasi yang sangat nihil. Dan tidakkah kita merasa malu pada rakyat ketika kita berharap sementara selama ini tidak pernah ada satupun hal yang kita perbuat untuk mereka! Bagi saya, maluku dimana? Di Ambonkah atau di Timika? Pemimpin Durjana hadir disaat membutuhkan saja.

Selama mereka menduduki EA 1 dan EA 2 ada beberapa hal yang sangat urjen yang belum mampu mereka selesaikan setidak-tidaknya ada 2-3 persoalan utama:

  1. Masalah pertanian
    Masyarakat kabupaten bima yang notabenenya sebagai petani dan sudah tentu menjadi seharusnya menjadi perhatian serius oleh pemda apalagi mereka memiliki kontribusi besar buat negara dan wabil khususnya daerah. Namun, dalam konteks kesejahteraan para petani belum merasakan adanya kepedulian yang serius yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Baik itu yang berkaitan dengan kestabilan harga komoditi, ketersediaan bibit dan kelangkaan obat-obatan yang didalamnya sering kosongnya stok pupuk dan naiknya harga Pestisida. Yang menjadikan para petani memiliki beban yang sangat berat dalam mengupayakan keberhasilan tanamannya.

Belum selesai sampai disitu, ketidak seriusan pemerintah daerah dalam memberikan kontribusi pada rakyatnya dan wabil khususnya para petani baik itu petani jagung, garam dan bawang merah. Yang menjadi komoditi unggulan di kabupaten bima. Itu terbukti dengan jelas, ketika satu bulan terakhir ini kantor ratu selalu menjadi ajang penyampaian aspirasi dan anehnya selama masa melakukan demonstrasi belum ada satu kalipun pihak EA1 dan EA2 menerima tamu istimewahnya itu dengan lapang dada. Padahal aspirasi yang mereka sampaikan itu perlu pihak istana mendengarnya agar bisa segera ditindaklanjuti. Namun, harapan cukup menjadi harapan dan harapan itu tidak akan pernah terwujud, hal itu terjadi ketika pihak pemerintah tidak mau menerima tamu itu dan lebih mementingkan untuk melakukan kungker alias kukukeko.

  1. Kegagalannya dalam membangun daerah.
    Dalam kaca mata saya, untuk EA1 dan EA2 dalam hal ini, belum ad satu buktipun baik pembangunan secara fisik maupun nonfisik. Dan itu terbukti, ketika kita melihat pembangunan GOR PANDA yang sampai hari ini belum ad hasil yang sementara anggaran yang di gelontorkan sangat besar. Lantas masihkah berharap untuk melanjut…..? Kalau boleh saya bandingkan dengan pemerintah sebelumnya dalam hal membangun sangat jauh sekali tertinggal.
  2. Birokrasi
    Kegagalan IDP-DAHLAN dalam menata birokrasi sangat terlihat sekali dan ini bukan lagi rahasia umum dan tentu semua orang tau seperti apa birokrasi kabupaten bima sekarang. Andaikata birokrasinya bagus…. mustahil kabupaten bima masih berjalan di tempat sepersi sekarang ini. Dan kegagalanya dalam hal BIROKRASI inilah yg membuat pembangunan di berbagai bidang mengalami kemacetan/jalan ditempat.

Dengan gagalnya PEMDA dalam memberikan upaya yang serius pada kesejahteraan masyarakat kabupaten pada umumnya, saya mengatakan harapan dua priode itu tidak akan terwujud….. ingat pemimpin yang ingkar tidak selayaknya menduduki EA1 dan EA2 di tanah adat. Tanah adat harus diselamatkan.
Belakangan ini, kabupaten Bima heboh di bicarakan terutama di sosmed. Baik melalui face book (FB), washAp WA) dan lain-lain. Ada yang menarik dalam pandangan saya, ketika saya mencoba menyimak dari berbagai akun tentang kabupaten bima kebelakangan ini.

Wacana Pilkada yang akan berlangsung tahun ini, membuat sebagian besar masyarakat mencoba memainkan peranannya masing-masing sesuai dengan arah pandangan politik masing-masing. Dan sampai hari ini sudah ad beberapa kandidat yang mencoba memainkan strateginya. Seperti IDP-Dahlan sebagai petahan dan kandidat-kadidat lain yang masih dalam penjajakan.

Kembali pada awalnya tadi, menariknya di mana? Sekarang bukan tentang dua periode atau hadirkan perubahan. Namun, saya lebih kepada pendukung yang tampa logikanya ketika berbicara Kepemimpinan IDP-Dahlan yang berjiwa merakyat. Lalu rakyatnya dimana coba?

Apa pandangan merakyat itu hanya sebatas ketika bisa berfoto dengan kita? Ataukah ketika kita bisa duduk ngopi bersama? Bagi saya hanya mereka yg bisa menjawabnya.

Ada yang mengatakan bahwa IDP merupakan perempuan tangguh yang dimiliki Bima. Dengan melihat, beliau selalu hadir dengan senyum khasnya. Padahal dibelakang senyuman yg dipancarkan oleh beliau, ada seribu jurang yang sengaja disiapkan olehnya, untuk menenggelamkan rakyatnya. Terbukti selama priode kepemimpinannya. Ketika ad masa aksi selalu berunjuk dgn tetesan darah yang mengalir….. apakah inikah yang dinamakan pemimpin harapan?

Disisilain Dahlan selaku Wakil Bupati dengan julukannya “BABE” yang di elus-eluskan oleh para pujangganya dengan pemimpin yang berjiwa milenial dan merakyat! Milenial dan merakyatnya BABE dimana? Dalam pandangan saya BABE merupakan pemimpin yang rakyat FB dan WA. Lantas masihkah kita lantang dengan..?

Dari Kejauhan ini saya berharap dalam Pilkada nanti akan ada pemimpin yang akan takut dengan sumpah. Penulis: Mustakim, SPd., Pengajar di Sekolah Menengah Kejuruan Bekasi, Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *