28 Februari 2024

DONGGONEWS.com

Kritis & Berkemajuan

Ancaman Covid-19 Bagi pertahanan Nasional Indonesia Dalam Perspektif Intelijen Negara

5 min read

Oleh: Adharland Ayidulhaz

Kita tahu dunia sekarang dalam keadaan berduka bahwasannya dengan kemunculan virus Corona atau sering disebut Covid-19 (Corona Virus Disease 2019), saya akan mengutip sedikit tentang kemunculan Covid-19, dimana virus ini pertama kali muncul di china tepatnya di kota wuhan dilansir dari The Guardian, sabtu, 2 mei 2020, dua laboratorium wuhan yang meneliti kelelawar sebagai sumber virus Corona.

Institut Virologi Wuhan (WIV) dan pusat pengendalian penyakit wuhan yang berlokasi tidak jauh dari pasar ikan telah mengumpulkan spesimen baru virus Corona untuk diteliti.

Beberapa teori dimunculkan dalam hal ini, pertama dan paling liar adalah para ilmuwan di WIV terlibat dalam percobaan virus Corona kelelawar yang disebut penyambungan gen, virus itu kemudian lepas, menginfeksi manusia dan menyebar.

Dengan lepasnya virus corona tersebut mengakibatkan banyaknya korban yang berjatuhan bukan hanya China saja yang menjadi dampak gejolak percobaan virus Corona melainkan banyak Negara dibelahan dunia yang mengalami hal yang sama, akibat dari penyebarannya virus corona sehingga pemerintahan China dituding lambat menangangi penyebaran infeksi virus Corona. Dampak dari penyeberan virus corona beberapa Negara dibelahan dunia dilanda krisis global, dan melemahkan Ekonomi Dunia.

Lalu bagaimana dengan situasi kita di Indonesia sekarang, juru bicara pemerintahan untuk Indonesia penanganan Covid-19 Achmad Yurianto setiap hari mengumumkan jumlah kasus terinfeksi virus Corona (Covid-19) yang terus bertambah, baik kasus positif, sembuh, maupun yang meninggal dunia. Tercatat kasus positif Corona 50187, sembuh 20449, dan yang meninngal dunia 2620 untuk saat ini.

Situasi dan kondisi tersebut menunjukan bahwa kita sedang berperang melawan musuh yang tidak terlihat, bisa dibilang senjata biologis, tapi mampu menginfiltrasi masyarakat. Dalam tempo sekitar 40 hari, dipihak kita sudah jatuh korban 700 orang meninggal dunia.

  • Covid-19 dan penyebarannya

Informasi yang sering diterbitkan tentang Covid-19 umumnya tentang bahaya penularan, cara menghindari, serta tindakan preventif apa yang harus di ambil dalam pencegahan infeksi virus corona. Sementara informasi intelijen yang di beritakan adalah hasil kajian Badan Intelijen Negara (BIN) tentang perkiraan angka. Akan terjadi lonjakan drastis yang diprediksi mencapai 95.452 0rang. Sementara itu untuk prediksi akhir juli masing-masing diestimasi sebanyak 105,765 orang dan 106,287 orang yang terinfeksi.

Menyadari lambatnya uji Covid-19 yang mampu dilakukan oleh laboratorium yang ada di Indonesia, BIN memberikan bantuan alat laboratorium biologi mokuler (LBM) Eijkman untuk membantu penanganan virus Corona, setama BIN, Komjen Pol. Bambang Sunarwibowo mengatakan, bantuan alat laboratorium itu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan uji Covid-19 yang semula 180 spesimen per-hari, bertambah menjadi 360 pasien per-hari.

Sebenarnya kemampuan uji virus jelas banyak dikuasi oleh peneliti disini. Namun, dalam perang besar ini, lebih baik bila badan-badan intelijen di Indonesia terlibat penuh, seperti CIA yang pernah memberikan early warning kepada presiden Donald Trump, yang seharusnya pula Badan Intelijen Negara (BIN) memberlakukan hal yang sama meneliti dan merespon cepat terkait ancaman virus Covid-19 kepada Presiden Jokowi Dodo dalam mengantisipasi bahaya senjata biologis.

Mengacu informasi intelijen strategis komponen sejarah dan pertahanan tentang penyebaran dan tipe Covid, diberitakan Oleh Daily Mail. Metode yang digunakan untuk melacak migrasi prasejarah manusia purba diadaptasi untuk melacak penyebaran Virus SARS- CoV-9 yang menyebabkan Covid-19.

  • Mengenali Musuh

Tipe A paling dekat dengan yang ditemukan pada kelelawar dan trenggiling dan memilki dua sub-cluster. Satu sub-claster yang terhubung dengan Wuhan dan yang lainnya adalah umum namun di AS dan Australia. Tipe B berasal dari tipe A dan telah menjadi yang paling lazim di Wuhan.

Data sekarang menunjukan tipe B menyebar lebih merajalela. Para ilmuwan meyakini virus Corona terus bermutasi untuk mengatasi resistensi system kekebalan pada populasi yang berbeda. Yang menjadi pertanyaan intelijen, virus tersebut tidak menyebutkan virus tipe apa yang menyebar di Indoneisa, apakah A, B, atau C? kasus positif pertama di Indonesia ditemukan dari warga jepang asal Malaysia. Apakah yang beredar disini seperti tipe C yang telah menyebar dari singapura.

Oleh karena itu informasi tentang musuh harus dikuasai. Kini LBM Ejikman sudah didukung BIN sebagai Intelijen Negara, untuk menemukan titik rawan dan kemampuan virus ini. Dengan demikian, antisipasi pemerintah akan sesuai dengan yang dibutuhkan. Kalau musuh yang tidak kasat mata ini tidak kita kenali, bukan tidak mungkin dia akan merajalela dan efeknya akan mengimbas ke komponen intelijen strategis lainnya.

Banyak yang berasumsi bahwa Covid-19 ini sengaja dibuat untuk direkayasa sebagai senjata biologis atau pemusnah massal, dari berbagai anggapan para tokoh politik dunia mengatakan virus corona ini berkecampung untuk melemahkan ekonomi global dan menghancurkan sebagian populasi jiwa dibelahan dunia , badan intelijen Israel Mossad mengeluarkan statetman bahwa China telah merahasiakan penelitian uji coba virus di wuhan untuk dikembangkan sebagai senjata, dalam hal ini amerika dan China saling tuding menuuduh menggap bahwa virus tersebut berasal dari Amerika, amerika dan china sering berkecamung perang dingin. Terkait konsipirasi virus Corona sebagai senjata biologi atau pemusnah masal belum ada informasi yang akurat secara rinci dan masih bersifat teori.

Lalu bagaimana langakah awal dalam system pertahanan kita Negara Indonesia dalam menghadapi situasi ancaman Covid-19 ?. Trenggono Wamenhan mengatakan bahwa kekuatan ketahanan pangan tidak kalah pentingnya dengan kekuatan senjata, terlebih lagi menghadapai situasi saat ini seperti dampak akibat dari pandemi Covid-19. Untuk itu, Indonesia harus memiliki cadangan pangan yang memadai.

Lebih lanjut wamenhan mengatakan, kementrian pertahanan menginginkan adanya peningkatan ketahanan pangan untuk mengantisipasi dampak wabah penyakit seperti Covid-19 yang bisa saja terjadi kembali dimasa depan.

Belajar dari situasi yang terjadi, Covid-19 telah berdampak tidak hanya pada kesehatan tetapi juga pada ketahanan ekonomi nasional. “belajar dari sejarah perang, kalau kita memilki senjata tanpa kekuatan cadangan pangan akan kocar-kacir” ungkap Wamenhan.

Untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, maka Kemhan bersinergi bersama dengan instansi terkait antara lainnya yakni Kementrian PUPR, Kementrian pertanian, Kementrian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Kementrian BUMN berencana mengembangkan Kawasan Food Estate diantaranya di Kalimantan tengah.

Berbagai sumbangsih dari banyak PT yang memberikan donatur dan bekerjasama dalam hal percepatan penanangan Covid-19 termasuk PT thales dukung Kemnhan, berpatisipasi memberikan bantuan alat kesehatan kepada Kementrian Pertahanan RI, pada hari Selasa (23/6).

Pemberian alat kesehatan yang berlangsung di kantor Kemnhan Jakarta diterima secara simbolis oleh sekjen Kemhan Marsdya TNI Donny Dermawan Taufanto M.D.S. dari PT Thales Indonesia yang diwakili Direktur Eric Jan Raatg dan Direktur Navar Olivier Rabourdin.

Bantuan alat kesehatan berupa 10.000 face shield, 10,000 face mask dan 1,000 hamzat suits ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan pencegahan penyebaran virus Covid-19 secara maksimal yang dilakukan Kemhan melalui rumah sakit rujukan yang telah ditunjuk kemenhan.

Penanganan yang cepat, akurat dan dapat sasaran sangat diperlukan agar Covid-19 tidak menyebar lebih luas. Mengingat ancaman Covid-19 ini apabila tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu stabilitas nasional, yang pada akhirnya dapat berdampak pada Pertahanan Negara

KESIMPULAN

Dalam situasi apapun kita harus bersiaga dan siap mengatasi masalah yang terjadi diluar pertahanan kedaulatan Negara Republik Indonesia maupun didalam negeri itu sendiri, karna berawal dari kesatuan kita mampu mengantinsipasi berbagai ancaman sepertinya hal Virus Covid-19, bergotong royong mengikuti dan mematuhi peraturan Undang- undang yang dikeluarkan pemerintah demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Maka dari itu bersatu lawan dan mengatakan perang terhadap virus Corona (Covid-19), Indonesia harus bangkit dari keterpurukan.

Daftar Bacaan
https;//m.liputan6.com/news/read/45 pada 04 Mei 2020,06:30 WIB menelusuri asal muasal munculnya virus corona Covid-19
www.beritasatu.com kamis,16 April 2020/ 08:00 WIB ancaman Covid-19 dari persepsi intelijen Prayitno Wongsodidjojo Ramelan pengamat intelijen
www.kemhan.go.id selasa, 23 Juni 2020 10:30 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *